PUSAT INKUBATOR AGRIBISNIS

Pusat Inkubator Agribisnis

Inkubator agribisnis adalah suatu instalansi pembelajaran kewirausahaan agribisnis untuk meningkatkan kompetensi pengguna jasa inkubator agribisnis (tenant) guna menghasilkan wirausahawan mandiri.

Tujuan :
1. Menumbuh kembangkan budaya kewirausahaan petani di wilayah UPT BP4 Wilayah III
2. Mendorong kegiatan usahaa gribisnis melalui pengembangan teknologi tepat guna
3. Meningkatkan peluang keberhasilan wirausaha baru melalui pelayanan konsultasi terpadu
4. Mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah bidang agribisnis
5. Menumbuhkembangkan kegiatan-kegiatan yang mendorong terwujudnya unit usaha agribisnis

gb 1

KLINIK KONSULTASI AGRIBISNIS

Klinik Konsultasi Agribisnis

Program Klinik Konsultasi Agribisnis (KKA) adalah merupakan unit pelayanan publik terhadap para petani ditingkat BP4 Wilayah III. Klinik ini merupakan tempat para pelaku utama dan pelaku usaha yang ada diwilayah binaan BP4 Wilayah III dalam berkonsultasi untuk mencari pemecahan masalah yang dihadapi yang terkait dengan usaha taninya terutama pada budidaya pertanian dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.

KLINIK 1

Gambar 1. Rekap data pelayanan : jumlah surat masuk, jumlah surat keluar, kunjungan di buku tamu, jumlah konsultasi agribisnis, dan jumlah aduan

KLINIK 2

Gambar 2. Kegiatan di Klinik Konsultasi Agribisnis BP4 Wilayah III

Mekanisme pelayanan KKA ini, akan melayani kegiatan agribisnis mulai dari tanaman pangan,perkebunan, Hortikultura, dan Perikanan Serta Pengolahan Hasil dan melayani konsultasi tentang Hama dan Penyakit Tanaman. KKA ini siap melayani pada setiap jam kerja, sehingga setiap hari ditugaskan seorang Penyuluh/petugas lainnya untuk standby di KKA secara bergantian.

Posko pengendalian OPT UPT BP3K Wilayah III Seyegan memiliki 2 petugas pengendali OPT.
Pengendalian hama tikus dengan gropyokan dilakukan secara bersama-sama petugas UPT BP3K Wilayah III Seyegan dengan kelompok tani.

POSKO PENGENDALIAN OPT
UPT BP3K WILAYAH III SEYEGAN

KLINIK 3

Gambar. 3 POSKO Pengendalian OPT

KLINIK4

Gambar 4. Layu pada tanaman tembakau

FASILITAS KERJASAMA PENELITI, PENYULUH, PELAKU UTAMA DAN PELAKU USAHA

Fasilitas Kerjasama Peneliti, Penyuluh, Pelaku Utama dan Pelaku Usaha

Terjalinnya hubungan penelitian dengan penyuluhan pertanian, lembaga penelitian dapat dipastikan akan meneliti permasalahan yang langsung bermanfaat bagi petani. Hubungan erat dengan penyuluhan pertanian diperlukan untuk menjamin agar hasil percobaan betul–betul teruji dengan keadaan lapangan. Diharapkan pula, makin banyak penyuluh pertanian dilibatkan dalam tahap akhir percobaan dilapangan, makin tinggi minat mereka untuk menyebarluaskan hasil percobaan tersebut kepada petani.

bptp1

bptp2

PENYULUH BERPRESTASI

Penyuluh yang Berprestasi/Andalan
Penyuluh pertanian yang dapat menunjukan prestasi kerja yang baik dalam melaksanakan program pembangunan pertanian, maka perlu diberikan penghargaan sebagai Penyuluh Pertanian Teladan. Pemberian penghargaan tersebut ditujukan untuk meningkatkan motivasi penyuluh pertanian dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian.
Penetapan Penyuluh Pertanian Teladan dilaksanakan melalui proses penilaian yang obyektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penilaian tersebut memberikan gambaran yang akurat dan terukur terhadap kinerja Penyuluh Pertanian yang dinilai

1.Penyuluh Teladan dan Penyuluh Penerima Penghargaan

GB I

GB 2
tebebe 1.

tebe 2

TB 2
tb 21

tebe 3 1

tebebe
tebebe 3
gb 1
GB 2

PETANI BERPRESTASI/ANDALAN

Petani Berprestasi/ Andalan
Penilaian kepada petani berprestasi merupakan salah satu bentuk motivasi bagi petani untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas dalam mengelola usaha tani. Dengan adanya penilaian tersebut, diharapkan para petani terdorong untuk meningkatkan produktivitas usahataninya. Sehingga tujuan revitalisasi pertanian dapat tercapai sesuai yang diharapkan.
 
1. Petani Teladan
Petani teladan adalah petani yang usahanya dicontoh oleh para petani lainnya di lingkungannya, akan tetapi mereka itu sendiri tidak/kurang aktif dalam penyebarluasannya.
 
TB PR1

2. Petani Maju
Petani maju adalah petani yang telah menerapkan teknologi baru dalam usaha atau kegiatan-kegiatan bertaninya dan bersikap maju (progresif).

tabel 2 pr
gambar 1 pr

 

 
3. Kelompok Tani Berprestasi
Penumbuhan dan pembinaan kelompoktani yang dilaksanakan secara berkesinambungan diarahkan pada upaya peningkatan kemampuan kelompoktani dalam melaksanaka fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi sehingga mampu mengembangkan usaha agribisnis dan menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri Salah satu upaya untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemajuan kelompoktani dala melaksanakan fungsinya adalah melakukan penilaian kemampuan kelompoktani sesuai klasifikasi kelompoktani.
 
 tabel 3

 

 tabel 4 1

tabel 42

tabel 43

tabel 44

tabel 5

 

 tabel 6
tabel 61