MENGEMBANGKAN MODEL USAHA TANI

Mengembangkan Model Usahatani

Pengembangan usahatani dalam rangkameningkatkan produksi primer pertanian. Termasuk kedalam kegiatan ini adalah perencanaan pemilihan lokasi, komoditas, teknologi, dan pola usahatani dalam rangkameningkatkan produksi primer. Disini ditekankan pada usahatani yang intensif dan sustainable (lestari, artinya meningkatkan produktifitas lahan semaksimal mungkin dengan cara intensifikasi tanpa meninggalkan kaidah-kaidah pelestarian sumber daya alam yaitu tanah dan air. Disamping itu juga ditekankan usaha tani yang berbentuk komersial bukan usahatani yang subsistem, artinya produksi primer yang akan dihasilkandiarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam artian ekonomi terbuka

1. Penangkaran Benih/ Bibit Unggul

MD1

MD2

Dusun Jumeneng Kidul, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati memiliki potensi sebagai pengembang benih tanaman duku Jumeneng dan saat ini sedang menjalani proses sertifikasi.

MD31

MD32

Melihat potensi dan permintaan konsumen yang semakin meningkat duku ini akan dikembangkan dan disertifikasi oleh BPSB. Pemasaran duku tidaklah sulit karena tiap panen sudah banyak konsumen yang datangsecara eceran maupun pedagang pengepul, karena duku betul-betul fresh dari pohon langsung, saat ini harga Rp 12.000/kg bila 1 pohon berbuah 200 kg maka akan didapatkan hasil Rp 2.400.000,- per pohon. Sebuah angka yang cukup lumayan, karena hampir tidak ada biaya operasional bila pohon sudah besar.

2. Pembuatan Pupuk Organik
BP4 Membina kelompok ternak melalui pelatihan, pembinaan dan pendampingan sehingga anggota kelompok bisa secara mandiri membuat pupuk organik maupun pakan lengkap untuk ternaknya. Dalam Permentan No.2 tahun 2006, pupuk organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
Teknologi pupuk organik berkembang pesat dewasa ini. Perkembangan ini tak lepas dari dampak pemakaian pupuk kimia yang menimbulkan berbagai masalah, mulai dari rusaknya ekosistem, hilangnya kesuburan tanah, masalah kesehatan, sampai masalah ketergantungan petani terhadap pupuk. Oleh karena itu, pemakaian pupuk organik kembali digalakKan untuk mengatasi berbagai masalah tersebut

PO 1

PO2PO3

4. Pembuatan Benih Organik
1) Benih Duku di Desa Sumberadi, Mlati

DUKU

Pedukuhan Jumeneng Sumberadi Mlati mempunyai pohon buah duku lokal yang sudah berumur ratusan tahun. Oleh kelompok tani akan dikembangkan sebagai induk plasma nutfah yang potensial. Jumlah pohon induk sekitar 25 batang dengan produksi 1-2 kw/panen. Duku Jumeneng mempunyai ciri buahnya besar, warna coklat muda, manis rasanya dan biji sedikit. Untuk mengatasi terlalu lama berbuah maka pembibitan dilakukan dengan cara vegetatif (tanpa melalui proses penyerbukan), merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kualitas genetik Pohon Induk tanaman buah yang telah diketahui mempunyai sifat-sifat unggul.
Tanaman bagian atas disebut entris atau batang atas, sedangkan tanaman batang bawah disebut understam atau batang bawah. Batang atas berupa potongan pucuk tanaman yang terdiri atas beberapa tunas dorman yang akan berkembang menjadi tajuk, batang atas merupakan bagian yang memilki karakter produksi yang diinginkan, sedang batang bawah akan berkembang menjadi sistem perakaran biasanya dipakai dari tanaman yang tumbuh dari biji sehingga perakarannya lebih kuat. Batang bawah diharapkan menjadi batang yang tahan terhadap patogen tanah dan kokoh, yang dibuat batang bawah misalnya kokosan atau langsep.
Salah satu kendala yang dihadapi jika membuat bibit sambung bibit duku adalah lamanya waktu tunggu untuk mendapatkan batang bawah (rootstock) siap sambung yang memerlukan waktu berkisar antara 12 hingga 18 bulan di pesemaian (polybag), kambium sedikit sehingga resiko kegagalan lebih tinggi daripada tanaman yang berkambium banyak.
2) Benih Pisang di desa Sendangadi, Kecamatan Mlati

PISANG

Pisang merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, dan mudah dalam dikembangbiakkan. Nyaris seluruh bagian dari tanaman pisang, mulai dari akar, batang, bunga, buah hingga daun dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Hal inilah yang kemudian membuat Setyo Hartanto, membudidayakan jenis pisang raja tarub, karena melihat potensi pasar pisang ini sangat besar.
Saat ini, Pak Tanto menanam 5000 pohon pisang jenis raja tarub di atas tanah seluas 3 hektar. Untuk satu pohon biasanya bisa mendapat satu tandan pisang siap panen dalam waktu 8 bulan. 1 tandan pisang dihargai 100.000 sampai 300.000, menyesuaikan harga pasar. Setiap bulan berhasil memanen sekitar 1.500 tandan pisang, dengan harga per tandan bervariasi.
Selain menjual buahnya, beliau juga menjual bibit buah pisang raja tarub yang berkualitas. Tak hanya menjual bibit saja, namun juga mengajak para petani untuk ikut dan masuk dalam kemitraan. Para petani yang membeli bibit di Raja Tarub, kemudian akan dijamin pemasaran pisangnya jika sudah panen nantinya. Untuk bibit pisang dijual Rp 35.000, dan biasanya dalam satu bulan bisa mencapai 20.000 batang bibit yang disiapkan. Umumnya, masyarakat yang datang untuk mencari bibit pisang berkisar antara 1.000 – 5.000 bibit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *