MENYAMPAIKAN DAN MENYEBARKAN INFORMASI TEKNOLOGI

A. Menyampaikan dan Menyebarkan Informasi Teknologi
Penyebaran informasi dan teknologi dilakukan melalui metode langsung dan tidak langsung. Adapun yang dimaksud dengan metode langsung dan tidak langsung adalah sebagai berikut:

1) pertemuan 3 (tiga) bulanan,
2) temu karya,
3) temu usaha,
4) sarasehan,
5) pertemuan kelompok,
6) temu lapang,
7) pelatihan,
8) demplot
9) kampanye
PSR

GB45

a) Metode langsung, disampaikan :
b) Metode tidak langsung, disampaikan melalui:
1) Penyebaran brosur
2) leaflet,
3) folder,
4) poster,
5) siaran pedesaan,
6) pemutaran film,/slide,
7) webb blog,
8) tabloid
9) siaran radio
10) siaran televisi

 Melalui Leaflet
Leaflet adalah lembar kertas lepas yang tidak dilipat yang berisi pesan penyuluhan dalam bentuk tulisan dan gambar (foto atau ilustrasi). Bertujuan untuk menyampaikan informasi atau penjelasan ringkas yang berkaitan dengan pertanian.
Sasaran dalam pembuatan leaflet adalah petani dan keluarganya, baik perorangan maupun kelompok, penyuluh dan petugas pertanian. Keunggulan folder dan leaflet yaitu bisa dibaca berulang kali, ringkas dan mudah dimengerti, bisa digunakan untuk belajar mandiri, mudah dibawa kemana-mana, biaya relatif murah.
Bentuk leaflet dapat misalnya LIPTAN (Lembaran Informasi Pertanian) dari Kementrian Pertanian maupun hasil karya masing masing penyuluh di lingkup UPT BP4 wilayah III.

LEAF

ROLL

 Melalui Brosur
Brosur adalah salah satu media informasi penyuluhan pertanian yang disampaikan dalam bentuk kemasan buku tipis dengan jumlah lembaran maximal 60 halaman, berisikan uraian singkat padat dan merupakan pedoman praktis yang dapat menjadi acuan petunjuk untuk melaksanakan suatu kegiatan. Tulisan pada brosur harus sistimatis dan berisikan uraian yang tuntas,jelas,singkat dan padat. Penyajian brosur yang menarik harus dilengkapi dngan foto dan gambar. Brosur selain dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi pembaca brosur juga dapat digunakan sebagai sumber bacaan pada kursus tani dan pertemuan kelompok tani.

TABLE 1

TABLE 1.

TB2

Tble3

tb4

Tabel 3. Pustaka bantuan dari BPTP DIY
No. Judul Buku Jumlah
1 Sirih Merah 3
2 Budidaya Padi Varietas Unggul Baru dan Varietas Unggul Tipe Baru di DIY 2
3 Gangguan reproduksi dan penanggulangan pada sapi perah 4
4 Kinerja BPTP Yogyakarta 2001 3
5 Profil Kelompok Pengkaji dan Laboratorium Pascapanen 3
6 Penanaman Jagung Ropat Dwifungsi Penyedia Pakan dan Jagung Pipilan 3
7 Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Pisang Raja 3
8 Teknologi Pengolahan Kacang Rendah Lemak 4
9 Success Slary Pengembangan Teknologi Pertanian Inovatif Spesifik Lokasi DIY 3
10 Budidaya Pengolahan Hasil Itik 3
11 Pengembangan Wilayah Komoditas Unggulan Kabupaten Kulonprogo
12 Resalah. Aplikasi Paket Tekhnologi Mendukung Hari Pangan Sedunia 2008 2
13 Agribisni Itik Turi Bantul 3
14 Tekhnologi Pasca Panen dan Pengolahan Cabai 3
15 Petunjuk Teknis, Pendampingan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu
16 Standar Operasional Prosedur
17 Arahan Kesesuaian Lahan untuk Pengambangan Tanaman Kedelai 3
18 Standar Operasional Prosedur Budidaya Ubi Jalar DIY 3
19 Agrotek; Kondisi dan Harapan Pertanian Indonesia 2

Tabel 4. Leaflet bantuan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kab. Sleman
No Judul Jumlah
1 kelapa dalam Varietas Boyong Bulat 2
2 Kelapa Hibrida (Pedoman Praktis Pembibitan dan Pemeliharaan) 2
3 Rehabilitasi Industri Gula di Indonesia 2
4 Bercocok Tanam Padi Gogo di Lokasi Perkebuna 5
5 Budidaya Lebah Madu 5
6 Hutan Sagu Sumber Penghasil Karbohidrat Potensial 5
7 Jati Pustaka (Kunci Keberhasilan Membangun Masa Depan) 9
8 Pengaruh Konsentrasi Hormon dan Media Tumbuh terhadap Keberhasilan Stek Pucuk SHOREA PINANGA(Tengkawang) 5
9 Sekilas Pabrik Penyuling Minyak Kayu Putih 2
10 Petunjuk Teknis tentang Usaha 1
11 Sekilas Pabrik Penyulingan Minyak Kayu Putih Gelaran 2
12 Panduan Publikasi Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan 2
13 Pembangunan Kehutanan dan Perkebunan DIY 1
14 Mengenal Royal Jelly sebagai Produk Sekunder Budidaya Lebah Madu 1
15 Sekilas Pandang Pabrik Penyulingan Minyak Kayu Putih Gelaran Karangmojo, Gunungkidul 1
16 Sekilas Pabrik Penyulingan Minyak Kayu Putih 1
17 Panduan UT Pir Perkebunan Karet 2
18 Pengolahan Buah Semu Jambu Mete 1
19 Risalah Penelitian 1
20 Burung sebagai Pengendali Serangan Hama 1
21 Petunjuk Tekhnis Penyediaan Rimpang Jahe 2

 Melalui Siaran Radio
Komunikasi yang dilakukan di radio, seperti halnya di media massa lain, adalah komunikasi massa, yaitu komunikasi kepada orang banyak dengan menggunakan media. Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik. Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara). Radio memiliki kekuatan langsung, tidak mengenal jarak dan rintangan, dan memiliki daya tarik sendiri, seperti kekuatan suara, musik dan efek suara.

pkino

irp

Penyuluh di BP4 Wilayah III juga telah memanfaatkan radio sebagai media penyuluhan dengan melakukan siaran pedesaan. Siaran dilakukan di Radio SKM FM. Dalam siarannya penyuluh menyampaikan informasi teknologi pertanian, pangan dan perikanan serta penyuluh dapat berinteraksi dengan pendengar dalam sesi diskusi atau diskusi. Kelebihan siaran radio bahwa jumlah penerima informasi lebih banyak dibandingkan dengan pertemuan kelompok. Kelebihan lainnya bahwa pendengar radio adalah masyarakat umum bukan hanya petani. Sehingga siaran radio dirasa lebih efektif untuk menyebarluaskan informasi dengan kepada kelompok non pertanian/masyarakat umum.

tip

 Melalui Internet
Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dewasa ini berdampak pada banyaknya media komunikasi yang dapat digunakan dalam mendiseminasikan informasi pertanian. Salah satu media komunikasi yang dapat digunakan adalah komunikasi dunia maya atau media internet. Kemajuan TIK (Teknologi Komunikasi dan Informasi) berpotensi menjadi peluang yang besar bagi pelaku pembangunan pertanian.
Memanfaatkan peluang tersebut, UPT BP4 Wilayah III pada tahun 2013 membuat sebuah blogspot dengan alamat :http://uptbp3kseyegan.blogspot.co.id. Di dalam blog tersedia informasi mengenai teknologi budidaya maupun kegiatan di UPT BP4 Wilayah III yang pada saat itu masih bernama UPT BP3K Wilayah III Seyegan.

inter

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berperan dalam mendukung tersedianya informasi pertanian yang relevan dan tepat waktu. Informasi hasil-hasil penelitian dan inovasi teknologi di bidang pertanian membantu upaya peningkatan produksi komoditas pertanian, sehingga tercapai pembangunan pertanian yang diharapkan.
Seiring berjalannya waktu, terbentuklah website resmi UPT BP4 Wilayah III pada tahun 2015 dengan alamat http://bp3kseyegan.slemankab.go.id/. Di dalam website terdapat informasi mengenai UPT BP3K Wilayah III Seyegan, terutama mengenai pelayanan UPT kepada pengguna layanan.
Sisi positif media penyuluhan melalui internet yaitu penyuluh pertanian dapat mensosialisasikan kepada petani tentang penggunaan teknologi yang dapat membantu dalam pengelolaan usaha tani sehingga nantinya akan menciptakan suatu usaha tani yang lebih produktif dan efisien. Kekurangan penyebarluasan informasi melalui internet adalah diperlukan tenaga penyuluh yang benar-benar kompeten untuk mengelola website maupun blogspot.

lamana yang begitu cepat maka akan berdampak pada peningkatan terhadap kualitas sumber daya tenaga penyuluh. Penyuluh pertanian dituntut untuk memahami teknologi informasi dan komunikasi selain dari ilmu-ilmu mengenai pertanian. Serta membantu menerpakan dan mengaplikasikan penggunaan teknologi ke para petani. Sebaliknya jika petani mempunyai masalah yang memerlukan pemecahan para ahli, seperti kegagalan panen akibat serangan hama/ keadaan tanahnya dapat disampaikan kepada para ahli melalui penyuluh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *