Wow… Keren! BP4 Seyegan Pusat Pendidikan Pertanian untuk wujudkan Kemandirian Pangan

Soal pangan adalah soal hidup dan matinya suatu bangsa. Pangan merupakan kebutuhan primer untuk mempertahankan kehidupan. Sektor pertanian sebagai penyedia bahan pangan, saat ini memerlukan terobosan-terobosan dalam mempercepat kemandirian dan kedaulatan pangan. Tantangan terbesar BP4 Seyegan saat ini adalah laju alih fungsi lahan dan rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. UPTD BP4 wilayah III atau BP4 Seyegan merupakan garda terdepan pembangunan pertanian. Balai Penyuluhan Pertanian sebagai Center of Education memiliki Peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan pertanian di wilayah kerjanya. Wilayah Kerja BP4 seyegan meliputi tiga kecamatan yaitu kecamatan seyegan, kecamatan temple dan kecamatan Mlati dengan total luas wilayah 8815,44 hektar. Keadaan pertanian di wilayah BPP Seyegan yaitu 3103 hektar sawah, 243 hektar tegal, 2365 hektar pekarangan serta 3060 hektar lain lain. Keragaan kelembagaan petani dibawah binaan BP4 Seyegan pada tahun 2018 adalah 18 Gapoktan, 144 kelompok tani TPH,172 Kelompok tani Peternakan, 23 kelompok tani Perkebunan, 130 kelompok wanita tani, 8 asosiasi dan 5 forum poktan yang melakukan pertemuan setiap 3 bulan sekali. Jumlah kelompok binaan juga terus berkembang yaitu dari 450 kelompok pada 2016, menjadi 460 pada 2017 dan pada 2018 jumlah kelompok yaitu 469. Pemutakhiran data ketenagaan, data kelembagaan tani dan usaha tani serta kelembagaan penyuluhan dilakukan oleh BP4 Seyegan melalui data manual maupun dalam SIMLUHTAN. Kegiatan laporan, supervisi, evaluasi dan pembinaan kinerja penyuluh dilaksanakan secara rutin dan terjadwal. Untuk laporan penyuluh dilakukan secara online melalui Laporan e-Penyuluh (www.penyuluhan.jogjaprov.go.id). Dalam rangka mendukung visi Indonesia Lumbung Pangan dunia tahun 20145, BP4 Seyegan berupaya menggiatkan modernisasi pertanian dan peningkatan mutu SDM pertanian dengan menguatkan tiga pilarnya yaitu penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan. Upaya tersebut diselaraskan dengan Tugas Balai Penyuluhan yaitu: 1. Menyusun programa penyuluhan sejalan dengan programa penyuluhan kabupaten 2. Melaksanakan penyuluhan sesuai programa 3. Menyediakan dan menyebarkan informasi teknologi, sarana produksi, pembiayaan dan pasar 4. Memfasilitasi pengembangan kelembagaan dan kemitraan pelaku utama dan pelaku usaha 5. Memfasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh PNS, THL TBPP, penyuluh swadaya dan penyuluh swasta melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan 6. Melaksanakan proses pembelajaran melalui percontohan dan pengembangan usaha bagi pelaku utama dan pelaku usaha. Penerapan Sistem Kerja LAKU (latihan dan kunjungan) sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani. Latihan bagi penyuluh merupakan upaya peningkatan kemampuan penyuluh dalam melaksanakan tugasnya dan ditindaklanjuti dengan kunjungan kepada petani atau kelompoktani yang dilakukan secara terjadwal. BP4 Seyegan berkomitmen menyebarluaskan inovasi teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Berbagai aktifitas balai penyuluhan meliputi menyampaikan dan menyebarkan informasi teknologi melalui brosur, leaflet, siaran radio, televisi dan internet. Website dan media sosial dimanfaatkan BP4 Seyegan agar dapat menarik minat generasi muda ke bidang pertanian. Segala niat tulus dan usaha keras tersebut dapat mengantarkan BP4 Seyegan dalam raihan prestasi yaitu pada tahun 2016 sebagai Juara I BPP Berprestasi tingkat Kabupaten, pada tahun 2017 sbg Juara 1 BPP Berprestasi Tingkat DIY serta sebagai Nominator BPP Berprestasi Tingkat Nasional. BP4 Seyegan juga menerima penghargaan Plakat Abdi Bakti Tani Nasional tahun 2017. Tahun 2018 BP4 Seyegan menerima penghargaa Juara 1 BPP Berprestasi tingkat Kabupaten dan Juara 2 BPP berprestasi tungkat DIY. Pada evaluasi BPP berprestasi kabupaten Sleman tahun 2019 BP4 Seyegan kembali mengukir prestasi sebagai Balai Penyuluhan Pertanian Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman. Dengan motto “Kepuasan Petani, Keutamaan Kami” , BP4 Seyegan berupaya memberikan pelayanan terbaik sehingga tercapai visi Terwujudnya masyarakat sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem e government menuju smart regency pada tahun 2021.

Profil BP4 Seyegan

Ayo Ramaikan!!! Hari Pangan Sedunia ke XXXIX 2019 di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman

Salam semangat #sobat_tani Sleman semua….
——–
Ada Event seru yang wajib kamu hadiri nih… yaa
Peringatan HARI PANGAN SEDUNIA KE XXXIX 2019
—————
📆Catat tanggal-nya ya 18-20 SEPTEMBER 2019
——
🔰tempatnya
Halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kab. Sleman
Jl. DR. Radjimin, Triharjo, Sleman, D.I. Yogyakarta
http://bit.ly/DistanSleman
—————————–
📝 ini acara-acara serunya:
✅ LOMBA ANEKA OLAHAN PANGAN
✅ PASAR TANI
✅ TOKO TANI INDONESIA
✅ SARASEHAN KETAHANAN PANGAN
✅ DEMO MASAK BERBAHAN DASAR IKAN
✅ BAGI-BAGI BENIH & BIBIT SAYURAN GRATIS
✅ DORPRIZE
✅ HIBURAN
——–
Jangan sampai ketinggalan ya…Yuuk belanja sambil belajar pertanian, pangan, dan perikanan
——-
📸 Pantengin medsos kita ya…
📱ig @pertaniansleman
🐥Twitter @pertaniansleman
🎥https://www.youtube.com/channel/UCzQgPVvfVcx8q7kdA9u6n0A
📘fb. @pertaniansleman
🌐www.slemankab.go.id
📧pertanian@slemankab.go.id
————
#sleman #jogja #pertanaian #perikanan #pangan #minapadi #expo #pameran #wisata_jogja #seni #hydroponik #ktna #info_jogja #merapi #malioboro #kopi_merapi #merapi_coffe #yogyakarta #agrowisata #pekandaerahKTNA #salakpondoh #ktna #pertanian #agro #agriculture #agrobisnis #kementan #tumpangsari #minapadi #padi #hidroponik #event #eventjogja #eventsleman #acara #acarajogja #acarasleman #wisatasleman #thelivingculture #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #pakem #exploreindonesia #explorejogja #exploresleman #jogja #sleman #jogjaistimewa

Dan pastinya harus hadir yaaa👍🏻😃😃🇮🇩
Jangan sampai ketinggalan…🚎💨
Ayo rame-rame , ajak teman, saudara dan anak-anak juga yaaa🤩

 

REBUT MINAT PEMUDA DI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Terwujudnya Indonesia Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045 merupakan visi dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia. Berbagai tantangan dalam pembangunan pertanian saat ini diantaranya adalah langkanya generasi muda yang berminat dibidang pertanian dan menyusutnya luas lahan pertanian secara drastis. Di kabupaten Sleman sendiri setiap tahunya terjadi konversi lahan pertanian menjadi perumahan dan industri sekitar 200 Ha.

Citra petani yang tua, miskin, kuno dan kotor membuat bidang pertanian tidak diminati anak muda. Generasi muda saat ini menyukai profesi yang keren, banyak uang dan bergengsi serta mereka tidak bisa lepas dari teknologi dan internet. Pada era revolusi industri 4.0 ini konsep pembangunan pertanian juga mengalami perkembangan yaitu memanfaatkan IT untuk mendukung berbagai kegiatan on farm maupun off farm. Berbagai penerapan teknologi canggih dibidang pertanian diharapkan dapat menarik minat generasi muda ke bidang pertanian.

Kegiatan promosi bidang pertanian secara massif dan kontinyu berusaha dilakukan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Salah satu kegiatannya yaitu peringatan HARI PANGAN SEDUNIA KABUPATEN SLEMAN yang 39 yang akan dilaksanakan pada Rabu-Jum-at, 18-20 September 2019 di halaman Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, jln. Radjimin, Sucen, Tridadi, Sleman.